This Great Salvation/This Great Salvation/id

From Gospel Translations

(Difference between revisions)
Jump to:navigation, search
 
Line 1: Line 1:
-
{{info|Keselamatan yang Terbesar}}Seminggu sebelum saya di jadwalkan untuk berbicara dalam sebuah retret pernikahan, Carolyn – istriku mengungkit sebuah kekurangan yang sangat kursus dalam relasi kami. Hal tersebut adalah keegoisan diriku. Aku semakin menyibukan diriku dengan pelajaranku sehingga aku gagal untuk meluangkan waktu bersama dengannya dalam suatu komunikasi yang lebih berarti. Tetapi saya masih saja merasa terbeban untuk menyelesaikan persiapan retret dan juga kotbah untuk kebaktian minggu, dan karenanya saya tidak memberikan suatu tanggapan dan perubahan atas keluh kesahnya saat itu. Pada saat itu, saya pikir saya memiliki suatu alasan yang tepat atas keputusan (tindakan) saya selama ini.{{LeftInsert|'''Coba baca dan pikrkan Ibrani 10:19-24.''' Apa yang dapat memberikan kita keyakinan penuh bagi kita ketika kita berhadapan dengan akan kehadiran Allah yang kudus?}}Tetapi, di tengah persiapanku, aku sedang mengembangkan suatu pokok pemikiran bahwa ke egoisan umumnya merupakan permasalahan utama dari dalam banyak pernikahan. Aku merasa bahwa Roh Kudus lagi menanpar diriku dengan sangat kuat seperti nubuatan diberikan Nathan untuk Raja Daud: “Kamulah orang tersebut!” Perasaan bersalahku menjadi semakin nyata. Lalu saya memanggil Carolyn dan dengan segera meminta maaf dari kepadanya. Seperti yang saya perkirakan, Ia langsung memaafkanku tampa ada perasaan ragu. (Mungkin pernikahaan-nya denganku selama ini telah memberikannya suatu pengalaman dimana ia lebih dapat bisa memaafkan.)  
+
{{info|Keselamatan yang Terbesar}}  
 +
 
 +
Seminggu sebelum saya di jadwalkan untuk berbicara dalam sebuah retret pernikahan, Carolyn – istriku mengungkit sebuah kekurangan yang sangat kursus dalam relasi kami. Hal tersebut adalah keegoisan diriku. Aku semakin menyibukan diriku dengan pelajaranku sehingga aku gagal untuk meluangkan waktu bersama dengannya dalam suatu komunikasi yang lebih berarti. Tetapi saya masih saja merasa terbeban untuk menyelesaikan persiapan retret dan juga kotbah untuk kebaktian minggu, dan karenanya saya tidak memberikan suatu tanggapan dan perubahan atas keluh kesahnya saat itu. Pada saat itu, saya pikir saya memiliki suatu alasan yang tepat atas keputusan (tindakan) saya selama ini.{{LeftInsert|'''Coba baca dan pikrkan Ibrani 10:19-24.''' Apa yang dapat memberikan kita keyakinan penuh bagi kita ketika kita berhadapan dengan akan kehadiran Allah yang kudus?}}Tetapi, di tengah persiapanku, aku sedang mengembangkan suatu pokok pemikiran bahwa ke egoisan umumnya merupakan permasalahan utama dari dalam banyak pernikahan. Aku merasa bahwa Roh Kudus lagi menanpar diriku dengan sangat kuat seperti nubuatan diberikan Nathan untuk Raja Daud: “Kamulah orang tersebut!” Perasaan bersalahku menjadi semakin nyata. Lalu saya memanggil Carolyn dan dengan segera meminta maaf dari kepadanya. Seperti yang saya perkirakan, Ia langsung memaafkanku tampa ada perasaan ragu. (Mungkin pernikahaan-nya denganku selama ini telah memberikannya suatu pengalaman dimana ia lebih dapat bisa memaafkan.)  
Ketika saya kembali belajar, saya mengalami suatu penuduhan diri yang sangat nyata dan menyakitkanku. Suatu pemikiran terus menerus terlintas dan mengganggu belajarku: Apakah kualifikasi kamu untuk mengajar tentang kehidupan pernikahan yang intim bilamana kamu sendiri tidak melakukan apapun yang akan kamu ajarkan? Justru kamu menyangkalinya ketika kamu mempersiapkan bahan tersebut!”{{LeftInsert|“Orang yang bijaksanan mengatakan bahwa kehidupan Kristen sama seperti meja yang berkaki tiga. Kaki tersebut adalah doktrin, pengalaman dan latihan. Di beberapa tahun yang lampau banyak orang Kristen tidak melakukan ketiga hal tersebut secara berkesinambungan.<ref>Sinclair Ferguson, ''The Christian Life: A Doctrinal Introduction'' (Carlisle, PA: The Banner of Truth Trust, 1989), p. ix.</ref>" - J.I. Packer}}Saya tidak memiliki masalah untuk mengenali sumber dari perasaan bersalah yang bisa menjadi ancaman yang menghambatku untuk bertindak dengan benar. Tetapi, tantangan yang aku hadapi adalah cara untuk merubah hal tersebut? Aku mengalami permasalahan yang lain seminggu atau dua minggu sebelumnya. Beberapa perabotan rumah tanggaku rusak pada saat yang bersamaan. ( Dapatkah anda melihat bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa barang-barang tersebut tidak rusak pada waktu yang berbeda agar kita bisa mengurusnya dalam suatu urutan yang dapat kita terima?) Mesin penyedot debuku rusak. Microwave juga rusak ---ini merupakan permasalahan yang paling utama di dalam rumahku. Saya merupakan jenis orang yang tidak sabaran untuk hanya menunggu 15 detik ketika memanaskan makanan ku dalam microwave. Kalau saya disuruh menunggu 15 minutes dengan menggunakan Oven, saya rasa saya tidak akan mampu! Dan lagi, kami menyadari bahwa pemanas kami rusak ketika kami menerima bil listrik yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah biasanya. {{RightInsert|'''Untuk pelajaran yang lebih lanjut:''' Kalaupun ada orang yang memliki hak untuk bersungut akan kesusahan dan masalah dalam hidup, orang tersebut adalah Ayub. Coba bandingkan sifat dan tindakannya sebelum (Ayub 19:1-21) dan sesudah (Ayub 42:1-6) wahyu akan kedaulatan Tuhan.}} Sebelum akhir minggu, aku berhadapan dengan masalah terakhir yang mengejutkanku. Saat itu Carolyn bangun lebih awal untuk berlari pagi. Ketika ia melangkah keluar dari rumah ia dengan segera kembali ke dalam dan bertanya dengan tenang, “Kemanakah mobil kita?” Aku kemudian memandang dia dan aku tidak jelas akan apa yang harus aku jawab. Kemanakah mobil kita? Aku berfikir pada diriku. Tentunya ada di tempat parkir, Disana biasanya kita taruh mobil kita. Tetapi mobil tersebut tidak ada di tempat parkir. Kemudian saya menunggu selama 45 menit sebelum saya putuskan untuk menghubungi polisi, aku sungguh mengharapkan temanku unutk menelponku dan menyampaikan bahwa ini semua adalah senda gurau dari mereka. Tetapi telepon tidak berbunyi. Kemudian pada hari yang sama polisi menemukan mobilku ditinggalkan sejauh beberapa mil dari rumahku, segalanya masih utuh kecuali rodanya. Di curi dari tempat parkir rumahku! {{LeftInsert|Untuk beberapa pertanyaan di bawah, tandailah “X” pada hal yang dengan tepat menggambarkan situasimu saat ini.  
Ketika saya kembali belajar, saya mengalami suatu penuduhan diri yang sangat nyata dan menyakitkanku. Suatu pemikiran terus menerus terlintas dan mengganggu belajarku: Apakah kualifikasi kamu untuk mengajar tentang kehidupan pernikahan yang intim bilamana kamu sendiri tidak melakukan apapun yang akan kamu ajarkan? Justru kamu menyangkalinya ketika kamu mempersiapkan bahan tersebut!”{{LeftInsert|“Orang yang bijaksanan mengatakan bahwa kehidupan Kristen sama seperti meja yang berkaki tiga. Kaki tersebut adalah doktrin, pengalaman dan latihan. Di beberapa tahun yang lampau banyak orang Kristen tidak melakukan ketiga hal tersebut secara berkesinambungan.<ref>Sinclair Ferguson, ''The Christian Life: A Doctrinal Introduction'' (Carlisle, PA: The Banner of Truth Trust, 1989), p. ix.</ref>" - J.I. Packer}}Saya tidak memiliki masalah untuk mengenali sumber dari perasaan bersalah yang bisa menjadi ancaman yang menghambatku untuk bertindak dengan benar. Tetapi, tantangan yang aku hadapi adalah cara untuk merubah hal tersebut? Aku mengalami permasalahan yang lain seminggu atau dua minggu sebelumnya. Beberapa perabotan rumah tanggaku rusak pada saat yang bersamaan. ( Dapatkah anda melihat bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa barang-barang tersebut tidak rusak pada waktu yang berbeda agar kita bisa mengurusnya dalam suatu urutan yang dapat kita terima?) Mesin penyedot debuku rusak. Microwave juga rusak ---ini merupakan permasalahan yang paling utama di dalam rumahku. Saya merupakan jenis orang yang tidak sabaran untuk hanya menunggu 15 detik ketika memanaskan makanan ku dalam microwave. Kalau saya disuruh menunggu 15 minutes dengan menggunakan Oven, saya rasa saya tidak akan mampu! Dan lagi, kami menyadari bahwa pemanas kami rusak ketika kami menerima bil listrik yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah biasanya. {{RightInsert|'''Untuk pelajaran yang lebih lanjut:''' Kalaupun ada orang yang memliki hak untuk bersungut akan kesusahan dan masalah dalam hidup, orang tersebut adalah Ayub. Coba bandingkan sifat dan tindakannya sebelum (Ayub 19:1-21) dan sesudah (Ayub 42:1-6) wahyu akan kedaulatan Tuhan.}} Sebelum akhir minggu, aku berhadapan dengan masalah terakhir yang mengejutkanku. Saat itu Carolyn bangun lebih awal untuk berlari pagi. Ketika ia melangkah keluar dari rumah ia dengan segera kembali ke dalam dan bertanya dengan tenang, “Kemanakah mobil kita?” Aku kemudian memandang dia dan aku tidak jelas akan apa yang harus aku jawab. Kemanakah mobil kita? Aku berfikir pada diriku. Tentunya ada di tempat parkir, Disana biasanya kita taruh mobil kita. Tetapi mobil tersebut tidak ada di tempat parkir. Kemudian saya menunggu selama 45 menit sebelum saya putuskan untuk menghubungi polisi, aku sungguh mengharapkan temanku unutk menelponku dan menyampaikan bahwa ini semua adalah senda gurau dari mereka. Tetapi telepon tidak berbunyi. Kemudian pada hari yang sama polisi menemukan mobilku ditinggalkan sejauh beberapa mil dari rumahku, segalanya masih utuh kecuali rodanya. Di curi dari tempat parkir rumahku! {{LeftInsert|Untuk beberapa pertanyaan di bawah, tandailah “X” pada hal yang dengan tepat menggambarkan situasimu saat ini.  

Current revision as of 16:44, 24 August 2009

Related resources
More By
Author Index
More About
Topic Index
About this resource

©

Share this
Our Mission
This resource is published by Gospel Translations, an online ministry that exists to make gospel-centered books and articles available for free in every nation and language.

Learn more (English).

By About

Seminggu sebelum saya di jadwalkan untuk berbicara dalam sebuah retret pernikahan, Carolyn – istriku mengungkit sebuah kekurangan yang sangat kursus dalam relasi kami. Hal tersebut adalah keegoisan diriku. Aku semakin menyibukan diriku dengan pelajaranku sehingga aku gagal untuk meluangkan waktu bersama dengannya dalam suatu komunikasi yang lebih berarti. Tetapi saya masih saja merasa terbeban untuk menyelesaikan persiapan retret dan juga kotbah untuk kebaktian minggu, dan karenanya saya tidak memberikan suatu tanggapan dan perubahan atas keluh kesahnya saat itu. Pada saat itu, saya pikir saya memiliki suatu alasan yang tepat atas keputusan (tindakan) saya selama ini.
Coba baca dan pikrkan Ibrani 10:19-24. Apa yang dapat memberikan kita keyakinan penuh bagi kita ketika kita berhadapan dengan akan kehadiran Allah yang kudus?

Tetapi, di tengah persiapanku, aku sedang mengembangkan suatu pokok pemikiran bahwa ke egoisan umumnya merupakan permasalahan utama dari dalam banyak pernikahan. Aku merasa bahwa Roh Kudus lagi menanpar diriku dengan sangat kuat seperti nubuatan diberikan Nathan untuk Raja Daud: “Kamulah orang tersebut!” Perasaan bersalahku menjadi semakin nyata. Lalu saya memanggil Carolyn dan dengan segera meminta maaf dari kepadanya. Seperti yang saya perkirakan, Ia langsung memaafkanku tampa ada perasaan ragu. (Mungkin pernikahaan-nya denganku selama ini telah memberikannya suatu pengalaman dimana ia lebih dapat bisa memaafkan.)

Ketika saya kembali belajar, saya mengalami suatu penuduhan diri yang sangat nyata dan menyakitkanku. Suatu pemikiran terus menerus terlintas dan mengganggu belajarku: Apakah kualifikasi kamu untuk mengajar tentang kehidupan pernikahan yang intim bilamana kamu sendiri tidak melakukan apapun yang akan kamu ajarkan? Justru kamu menyangkalinya ketika kamu mempersiapkan bahan tersebut!”
“Orang yang bijaksanan mengatakan bahwa kehidupan Kristen sama seperti meja yang berkaki tiga. Kaki tersebut adalah doktrin, pengalaman dan latihan. Di beberapa tahun yang lampau banyak orang Kristen tidak melakukan ketiga hal tersebut secara berkesinambungan.[1]" - J.I. Packer
Saya tidak memiliki masalah untuk mengenali sumber dari perasaan bersalah yang bisa menjadi ancaman yang menghambatku untuk bertindak dengan benar. Tetapi, tantangan yang aku hadapi adalah cara untuk merubah hal tersebut? Aku mengalami permasalahan yang lain seminggu atau dua minggu sebelumnya. Beberapa perabotan rumah tanggaku rusak pada saat yang bersamaan. ( Dapatkah anda melihat bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa barang-barang tersebut tidak rusak pada waktu yang berbeda agar kita bisa mengurusnya dalam suatu urutan yang dapat kita terima?) Mesin penyedot debuku rusak. Microwave juga rusak ---ini merupakan permasalahan yang paling utama di dalam rumahku. Saya merupakan jenis orang yang tidak sabaran untuk hanya menunggu 15 detik ketika memanaskan makanan ku dalam microwave. Kalau saya disuruh menunggu 15 minutes dengan menggunakan Oven, saya rasa saya tidak akan mampu! Dan lagi, kami menyadari bahwa pemanas kami rusak ketika kami menerima bil listrik yang jumlahnya dua kali lipat dari jumlah biasanya.
Untuk pelajaran yang lebih lanjut: Kalaupun ada orang yang memliki hak untuk bersungut akan kesusahan dan masalah dalam hidup, orang tersebut adalah Ayub. Coba bandingkan sifat dan tindakannya sebelum (Ayub 19:1-21) dan sesudah (Ayub 42:1-6) wahyu akan kedaulatan Tuhan.
Sebelum akhir minggu, aku berhadapan dengan masalah terakhir yang mengejutkanku. Saat itu Carolyn bangun lebih awal untuk berlari pagi. Ketika ia melangkah keluar dari rumah ia dengan segera kembali ke dalam dan bertanya dengan tenang, “Kemanakah mobil kita?” Aku kemudian memandang dia dan aku tidak jelas akan apa yang harus aku jawab. Kemanakah mobil kita? Aku berfikir pada diriku. Tentunya ada di tempat parkir, Disana biasanya kita taruh mobil kita. Tetapi mobil tersebut tidak ada di tempat parkir. Kemudian saya menunggu selama 45 menit sebelum saya putuskan untuk menghubungi polisi, aku sungguh mengharapkan temanku unutk menelponku dan menyampaikan bahwa ini semua adalah senda gurau dari mereka. Tetapi telepon tidak berbunyi. Kemudian pada hari yang sama polisi menemukan mobilku ditinggalkan sejauh beberapa mil dari rumahku, segalanya masih utuh kecuali rodanya. Di curi dari tempat parkir rumahku!
Untuk beberapa pertanyaan di bawah, tandailah “X” pada hal yang dengan tepat menggambarkan situasimu saat ini.
  • Apakah kamu merasa aman--bukan hanya sekedar menyadarinya, tetapi merasakannya secara konsistan--didalam cinta Tuhan kepadamu? Apakah kamu merasa takjud akan kasih karunia Tuhan?

    <-Tidak------Kurang Lebih------Iya->

  • Apakah kamu pada umumnya mampu mengatasi rasa ragu dan depresi ketika anada menghadapi masa cobaan?

    <-Tidak------Kurang Lebih------Iya->

Bagaimanakah caranya agar kita dapat menanggapi perasaan bersalah (penuduhan), dan pada saat yang bersamaan kita mengalami hal yang susah dan membingungkan (kesengsaraan)? Mungkin kamu mengalami hal yang sama, bila tidak, mungkin hal yang jauh lebih serius. Seringkali kita lebih menyadari perasaan bersalah lebih dari kasih karunia dari Tuhan; kita bingung, mungkin juga kita merasakan kepahitan pada masa sengsara ini lebih dari kepastian kita akan kekuasaan Tuhan.

Coba kita luangkan waktu kita untuk membaca kitap roma 8: 28-39, sebelum kamu lanjutkan lebih jauh bab ini. Hal yang akan kita baca merupakan hal yang luar biasa, dimana penanggapan akan kebenaran yang kuat dalam ke dua belas ayat tersebut akan memampukan anda untuk mebanggapi dengan kata “Iya!” yang sangat pasti untuk setiap pertanyaan yang ada pada kotak di sebelah kiri. Tidak ada tanggapan yang lebih efektif lagi atas penuduhan dan kesengsaraan selain dari bagian ayat alkitab tersebut.

Apakah Anda tahu?

Dua ayat dari Kitap Roma tersebut merupakan salah satu bagian dari alkitab yang “paling banyak dikutip”:

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (ayat 28) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (ayat 31)

Saya akan berikan sesuatu untuk pertimbanganmu. Saya merasa bahwa kita terlalu banyak menggunakan ayat ini untuk menguatkan satu sama lain tampa mengetahui latar belakang yang ada pada ayat 29 dan 30, olah karena itu kita tidak bisa secara utuh untuk menghargai janji-janji yang ada dalam ayat-ayat 28,31, dan bagian berikutnya. Mari kita lihat dua hal yang utama tersebut:

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula unuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Ayat 29-30)
"Mungkin kamu pernah mendengar sebuah pepatah,‘Penyangkalan merupakan sumber dari tahkyul.’Sangat disayangkan, banyak teologi yang dipegang oleh orang banyak merupakan kristalisasi dari penyangkalan akan usaha untuk men-sistemasi-kan wahyu-wahyu dari Allah. Mereka tersesat di dalam kegelapan teologi yang umumnya dimiliki oleh dukun-dukun (I’m find his part weird, needed to be revised) Oleh karena itu kita harus berkata lebih dari asumsi bahwa setiap orang memiliki theology ketika mereka bertanya: “Mengapa teologi? Kita harus mengariskan perbedaan antara teologi yang benar dan teologi yang salah. Karena teologi sama seperti sebuah tulang punggung. Teologi yang benar memampukan anda berjalan dengan lurus dan sehat. Teologi yang salah akan membuat anda bungkuk dan tak berdaya.[2]" -James Cantelon

Jika anda muncul di depan rumahku ketika mobilku dicuri dan microwave-ku rusak, mungkin kamu akan dengan iklas memberikan ku kaunselling bahwa segalanya turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan.” Aku berharap aku dapat memberikan suatu tanggapan atas kebenaran yang alkitabiah ini. Juga, jika anda berusaha untuk menghiburku dari perasaan bersalah yang masih melekat padaku setelah saya meminta maaf ke Carolyn, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Siapakah yang akan mendakwa orang yang dipilih Allah? Hanya Tuhanlah yang membenarkan.” Kembali lagi, aku tidak bisa membantah ketepatan akan kebenaran ini. Tetapi, bila hal ini tidak dimengerti sesuai dengan latar belakangnya, hal tersebut hanyalah dapat memberikan perubahan dan ketenangan yang sesaat. Keefektifannya akan terbatas sebelum kita memahami doktrin yang terselubung di ayat 29 dan 30.

Untuk bacaan tambahan: Bagaimanakaj orang-orang yang hidup dengan mengalami peengalaman yang tertulis di 2 Korintus 11:23-33 menulis Roma 15:13?


Ketika kita membaca Roma 8:28-39, sangat jelas bahwa Paulus yakin akan apa yang ia tulis. Dia tahu bahwa segalanya dapat mendatangkan kebaikan bagi hidupnya, walaupun pencobaan dan kesengsaraan yang mugkin tidak pernah kita hadapi. ( Paulus mengartikan kata “baik” bukan dalam penekanan akan kesenangan pribadi dan kekayaan, tetapi menjadi semakin serupa dengan gambaran dari Kristus.) Dia tahu bahwa Tuhan membenarkan dia walaupun ia mengalami penuduhan. Dia tahu bahwa tidak ada --- kesengsaraan, penganiayaan, penuduhan, gangguan iblis, ataupun kematian sekalipun----mampu memisahkan dia dari kasih Kristus (v.35). Apakah yang memberikan ia rasa percaya diri dan kepastian yang demikian? Ini adalah pengertiannya akan 5 doctrin yang utama: Pemahaman akan situasi yang mendatang, predestinasi, panggilan, pembenaran dan penyempurnaan.

Apakah diantara hal-hal dibawah ini yang mungkin dapat mengoyahkan rasa percaya diri atas pemeliharaan dan karakter dari Tuhan?
  • Masalah keuangan yang utama
  • Diaknosa penyakit kanker
  • Kematian yang mendadak dari teman dekan ataupun keluarga
  • Pengangguran yang berkepanjangan
  • Pemikiran akan neraka
  • Hal-hal yang lain_______

Perasaan yakin dan iman pada tingkatan yang sama akan memenuhi kita ketika kita mempelajari isi dari ayat 29 dan 30. Kamu akan memberikan tanggapan dengan yakin bahwa, “Hanya Tuhan yang membenarkan,” ketika penuduhan terjadi. Anda akan mampu berkata dengan pasti, “Segalanya berkerja unutk mendatangkan kebaikan dalam hidupku”, walaupun kamu mengalami suatu peristiwa yang kelihatannya membingungkan, mengejutkan dan mungkin sangat bertentangan dengan apa yang anda inginkan.

Paulus menggariskan rasa percaya dirinya atas 5 doktrin yang di cantumkan dalam Roma 8: 29-30: Pemahaman akan situasi masa mendatang, predestinasi (atau pemilihan), panggilan, pembenaran, dan penyempurnaan. Dalam kata-kata ini kita memiliki suatu gambaran akan kedaulatan Allah, rencana penebusan-Nya.
“Keyakinan akan doktrin Kristen untuk kehidupan Kristen adalah salah satu penyebab terbesar dari pertumbuhan hidup Kristen.[3]" - Sinclair Ferguson

Bila anda membaca dengan hati-hati, kamu akan menyadari kalau Paulus menggunakan tenses lampau (past tense) ketika mengurutkan setiap doktrin tersebut (sebagai contoh. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka juga dipanggil-Nya --- “And those he predestined, he also called” --- -ed yang ada pada called merupakan tensis yang digunakan untuk mengungkapkan masa lampau). Tidak ada hal yang perlu diragukan ataupun tidak jelas dalam pernyataan tersebut. Setiap bagian dari rencana penembusan dari Allah dinyatakan seolah-olah itu sudah tergenapi di dalam hidup kita. Ini semua merupakan pandangan dari mata yang kekal, seperti yang dinyatakan oleh pelajar Alkitab yang bernama F.F. Bruce:

Pemahaman akan situasi yang akan terjadi dan predestinasi itu merupakan kebijaksanaan yang kekal dari Allah; tetapi penyempurnaan, Dimana ini ada hubungannya dengan pengalaman, akan terjadi dimasa yang akan datang. Tetapi mengapa Tuhan memakai tenses lampau yang sama untuk hal ini, seperti yang Dia lakukan atas tindakan dari Tuhan yang lainnya? Mungkin dia meniru pengunaan kata dari orang ibrani atas “Nubuatan lampau” (prhophetic past), dimana ini merupakan nubuatan atas suatu kejadian yang dipercaya dengan pasti seolah-olah nubuatan ini telah terjadi. Dalam hal sejarah, umat Tuhan belum disempurnakan. Tetapi berhubungan dengan ini merupakan Keputusan Tuhan, maka penyempurnaan telah ditetapkan dari kekekalan. [4]
Coba baca dan pikirkan Ibrani 11:1. Apakah kamu menyimpulkan pembenaran anda (justification berdasarkan emosi pribadi atau berdasarkan janji Tuhan?
Aku memiliki pengalaman, beberapa tahun yang lalu, yang mungkin dapat membantu untuk memperjelas hal ini. Sebagai pribumi dari daerah Washington, D.C. dan juga penggemar olah raga yang sangat antusias, saya memiliki sedikit ketertarikan akan pertandingan Superbowl pada tahun 1988 antara Washington Redskins dan the Denver Broncos. Saya kurang yakin akan kemampuan Redskins untuk bertanding di dalam suatu tekanan —terutama setelah melihat John Elway, “quarterback” – nya Broncos, melempar 80-yard “touchdown” pada permainan awal. Saya meluangkan seperempat waktu pertama dengan perasaan yang tertekan, tubuhku terasa menciut seolah-olah saya sangat gugup, tampa diduga ketegangan ini merubah prestasi Redskins. Pada waktu seperempat yang ke dua, Redskins merubah suasana pertandingan ketika Doug Williams melempar empat touchdown ‘pass’ yang tidak terduga. Keraguanku mulai hilang secara bertahap dan tim tersebut menang dengan multak.
“Kedaulatannya tidak akan pernah dengan berhasil ditantang oleh orang lain. Dia berkuasa. Ini sangat menakutkan tetapi juga dapat memberikan suatu perasaan yang tentram. Karena kita dijaga oleh-Nya. [5]" - James Cantelon

Yang menarik adalah ketika saya membandingkan melihat pertandingan tersebut secara langsung dan melihat melalui rekaman video. Pada saat saya melihatnya untuk kedua kali, pengalamannya sangat berbeda. Saya dapat menikmati makananku. Saya tahu hasil dari pertandingan sebelum saya mulai nonton video tersebut. Seramai apapun sorak sorai penggemar Brancos atas “touchdown” kilatnya Elway, saya telah tahu dalam beberapa minutes, kemenangan akan berada di tangan.

Apakah inti dari hal ini? Tuhan sangat yakin akan masa depan kita sama seperti kita sangat yakin akan masa lalu kita. Dia ingin memberikan keyakinan dan rasa aman tersebut kepada kita pada masa ini. Dia mau kita mengetahui bahwa kita telah dibenarkan (justified), untuk mengetahui bahwa segala sesuatu berkerja untuk kebaikan, dan untuk mengetahui bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari cinta juru selamat kita.

Apakah anda mengetahui hal ini? Apakah anda memiliki kepastian yang dimiliki oleh Paulus? Atau anda masih memiliki rasa ragu atas rencana ataupun profidensi Allah?
Tuhan bermaksud agar kita merangkul dan menikmati rencana keselamatan-nya sebagai suatu fakta dalam hidup kita. Memang benar kalau penyempurnaan (glorification) kita belum terjadi — dan ini tidak akan terjadi sebelum Yesus kembali dan kita menerima tubuh yang baru. Tetapi kita harus hidup dalam dalam kebaikan rencana ini, sesuai dengan apa yang telah dipaparkan bagi kita, bermula dari kekekalan dimasa lampau dan menuju ke kekekalan dimasa yang akan datang.

Coba baca dan pikirkan Yesaya 6:1-7. Apakah yang menyebabkan Yesaya berteriak, “Celakalah aku!” apakah anda pernah melihat hal yang sama dalam dirimu?


Pengaruhnya pada kita pada masa sekarang adalah kita dapat hidup dengan pasti dan aman bahwa Ia akan memulai pekerjaan yang baik dalam diri kita dan akan menyempurnakannya pada saat Yesus kristus kembali. Ketika kamu mengerti akan Pemahaman akan situasi masa mendatang ( foreknowledge) (dalam tahapan yang kecil sekalipun), ketika kamu mengerti akan pemilihan (election), ketika kamu menghargai panggilan (call), Ketika anda diuntungkan oleh pembenaran (justification), ketika anda menunggu penyempurnaan (glorification), anda akan sadar Tuhan secara nyata, juga jelas bahwa ini semua untuk anda. Tidak ada lagi yang dapat memisahkan anda dengan cinta dari Yesus Kristus! Walau pun microwave anda besok meledak dengan sendirinya ataupun mobil anda hilang anda akan tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Selama hidup kita dan sepanjang kekekalan kita akan terus kagum akan segala sudut dari karakter Tuhan dan rencana-Nya. Kita tidak sepantasnya memiliki pengetahuan/pemahaman kedepan ini (foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran (justification), dan penyempurnaan (glorification)! Walaupun segalanya akan lebih mudah dimengerti ketika kita di muliakan bersama dengan dia, kita sekarang tidak akan luput dari perasaan kagum kita akan keselamatan yang terbesar yang Ia berikan.
Mari kita tidak menunggu hingga akhir jaman. Dengan menelusuri keselamatan terbesar yang telah kita miliki sekarang kita akan melihat perbedaan yang besar dalam cara kita memberikan tanggapan pada penuduhan dan cobaan ketika kita melayani rencana Tuhan.

Kekuatan dari Teologi

Pelajaran tambahan: Kristen sejati akan selalu berposisi kritis dan menolak apa yang ada pada masyarakat umumnya. Kuatkan dirimu dengan membaca Yohanes 15:20-21 dan 2 Timoti 3:12.


Perubahan yang penting berlangsung di Roma 8:31. Paulus bertanya: “Sebab itu apakah yang akan kita katakana tentang semuanya itu??” Seperti biasanya, Paulus selalu saja memiliki tanggapan atas ke-sembilan ayat berikutnya. Ketika kita jelas akan pengetahuan mendatang (foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran, dan penyempurnaan/ pemuliaan, kita akan mampu menanggapan keselamatan yang terbesar ini dengan keyakinan yang kuat seperti yang di contohkan oleh Paulus. Coba lihat hal yang berikut ini.

Jika Allah dipihak kita (ayat 31). Apakah ini benar? Kalau kita memulai bagian ini tampa keyakinan akan posisi Allah, janganlah lagi ragu. Dia adalah untuk anda. Ia telah dengan jelas menunjukkan hal itu, seperti yang telah kita lihat di beberapa paragraph nanti. Tolak ukur untuk memahami apakah Tuhan dipihak kita bukan berdasarkan subjektifitas. Posisi emosi kita tidaklah penting. Objektifnya adalah bukti kekal dimana Tuhan adalah dipihak kita.

Siapakah yang akan melawan kita (ayat 31)? Janji ini dapat dengan mudah disalah artikan. Paulus bukan berkata bahwa tidak ada orang yang akan menentang kita. Intinya, dia dan Yesus menjanjikan hal yang sebaliknya! Tetapi tidak ada orang yang menentang kita akan berhasil karena Allah dipihak kita. Tidak ada musuh yang mampu dengan berhasil menentang kedaulatan-Nya.
“Tuhan kadang-kadang mengijinkan orang lain untuk memperlakukan kita dengan tidak adil. Kadang-kadang Ia membiarkan tindakan mereka mempengaruhi karir kita ataupun masa depan kita yang kita lihat dari sudut pandang kita. Tetapi Tuhan tidak akan membiarkan manusia untuk membuat suatu keputusan yang berhubungan dengan diri kita dimana keputusan tersebut menantang rencana-Nya akan diri kita. Tuhan berpihak pada kita, kita adalah anak-anak-Nya, dia puas akan diri kita (Zep 3:17)… Kita bisa menaruh hal ini sebagai suatu fondasi kebenaran: Tuhan tidak akan mengijinkan segala tindakan yang menentang anda dimana tindakan tersebut merupakan tindakan yang tidak sejalan dengan keinginan-Nya atas diri anda. Dan keinginan-Nya selalu saja ditujukan untuk kebaikan kita. [6]" - Jerry Bridges

Pertimbangkan dampak dari pernyataan ini. Mungkin anda dalam situasi kerja dimana pimpinan anda sepertinya memiliki suatu perasaan pertentangan terhadap anda. Mungkin dia mempromosi orang lain walaupun kamu merupakan orang yang paling memiliki kualifikasi. Ini bisa menjadi suatu pencobaan yang sangat sukar. Jadi apakah yang akan anda lakukan dalam situasi ini? Mungkin anda akan mulai mencari pekerjaan yang baru, atau pulang ke rumah dan meringankan stress anda dengan melihat ikan-ikan tropical anda. Tetapi, ada satu jalan keluar yang lebih baik lagi: selalu ingatkan diri anda bahwa Tuhan yang berdaulat ada dalam pihak kita. Apapun yang dilakukan oleh atasan anda, Tuhan yang Maha Kuasa ada di pihak kita dan rencana-Nya dalam hidup anda tidak akan diganggu gugat.

Jika kamu mengerti hal ini, aku berani menjamin kalau kamu akan memasuki ruang kerja anda pada hari berikutnya dengan suatu sikap yang berbeda. Daripada membenci atasan anda, anda akan lebih termotivasi untuk melayaninya! Perubahan yang mencolok ini hanya bisa terjadi bila anda menangkap makna dari pemahaman akan masa yang mendatang (foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran, dan penyempurnaan/ pemuliaan.Pemahaman yang benar akan doktrin kasih karunia akan selamanya merubah pola pandang kita dan tanggapan kita terhadap perubahan situasi. Daripada menuntut balas kepada musuh mu, kamu akan mampu untuk mencintai, mendoakan dan melanyani mereka.

Setan juga tidak akan berhasil menentang kita. Kekuatan dan kekuasaannya kadang kala terlalu dilebih-lebihkan. Kita juga harus berhati-hati kepadanya dan selalu berjaga-jaga atas sarana-sarana yang ia gunakan, tetapi ingat dia juga merupakan makhluk ciptaan. Dia tidak dapat melakukan apapun tampa seizin Allah. Dan dengarkanlah —Allah bukannya tidak memperdulikan situasi anda. Dia telah memilih anda. Dia memanggil anda dengan nama (ini menunjukkan kedekatan-Nya pada kita). Dia selalu dipihak kita.

Pelajaran Tambahan: Bagaimanakah cara kita menanggapi perasaan dan pikiran (termasuk penuduhan) yang bertolak belakang dengan Firman Allah? (lihatlah 2 Korintus 10:4-5)

Ia, yang tidak menyayangi anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita (v.32). Jika anda memerlukan bukti bahwa Tuhan memihak anda, anda hanya perlu melihat salib. Saya tidak bisa membayangkan kesakitan apa Allah Bapa alami ketika Yesus berteriak, “ Tuhanku, Tuhanku, kenapa engkau meninggalkan diriku?” Dia mengingkari anak-Nya agar kita bisa mengetahui-Nya sebagai Bapa dan Ia tidak akan meninggalkan kita. Apakah bukti lain yang kita perlukan? Tubuh yang hancur, yang tergantung disalib telah memberikan suatu proklamasi: “ Saya ini untuk kamu!”
Dengan memakai terjemahan alkitab NIV, isilah bagian yang kosong pada wahyu 12:10: “Sekarang telah tiba ____________ dan _____________ dan ____________ Allah kita, dan kekuasaan Dia yang ______________. Karena telah _____________ _____________saudara-saudara kita, yang ____________ mereka _______ dan _______dihadapan Allah kita.”

Siapakah yang akan mengugat orang-orang pilihan Allah (v.33). Anda mungkin merupakan salah satu dari orang yang pernah mengalami perasaan yang tersiksa karena penuduhan yang ada dalam diri anda. Dosa yang lama dan kegagalan selalu saja datang ke dalam pikiran anda. Walaupun telah banyak anda telah mengakui dosa anda , Ingatan akan apa yang telah anda lakukan sebelumnya akan terus kembali. Tetapi ayat 33 merupakan suatu pernyataan yang mengikat: “Siapakah yang akan mengugat orang-orang pilihan Allah? Tuhanlah yang telah membenarkan kita.” Hakim yang suci dan adillah yang memutuskan segala keputusan yang tidak dapat Ditarik kembali. Ia menyatakan hal tersebut karena korban pengganti yaitu anak-Nya, anda sekarang dibenarkan oleh-Nya. Setiap kali anda mendengarkan menuduhan, yakinlah dan katakanlah bahwa anda telah dibenarkan oleh pekerjaan yang telah terselesaikan oleh Kristus.

Coba baca dan pikirkan 1 Korintus 15:3. Apakah unsur terpenting dari tidakan Paulus yang menghubungkan penyaliban ketika ia memperkenalkan Injil?

Siapakah yang akan menghukum mereka (v.33)?Memang sangat melegakan kalau kita dapat melepaskan diri dari tuduhan setan, tetapi hal yang terpenting adalah kenyataan bahwa Tuhan sendiri tidak akan menyalahkan kita. Ketika setiap orang berlutut dan bersujud di depan kursi penghakiman Kristus, akan banyak orang (dalam jumlah ynag tidak terhitung) yang akan mendengar kata-kata yang menyayat yang tidak dapat ditarik kembali, “Aku tidak pernah mengenal engkau. Enyah dari hadapan-Ku, kamu yang terkutuk, ke api yang kekal yang telah disediakan bagi setan dan malaikat-malaikatnya.” Tuhan tidak ingin mengatakan hal ini ke setiap orang. Dia telah menaruh Salib dijalan yang kita lalui sehingga kita dapat menghindari kata-kata yang menyayat ini. Tetapi untuk mereka yang dengan keras kepala menyangkalnya, dan menolak untuk takhluk, maka bagi mereka akan diberikan hukuman yang kekal.
Pembenaran memiliki implikasi akan eskatologi. Artinya keputusan yang akan Tuhan nyatakan kepada kita pada hari penghakiman telah dibawa dan paparkan pada saat ini. Maka kita tidak perlu takut akan hari penghakiman, kita yang percaya bahwa Kristus telah menyeberangi kematian menuju ke kehidupan.[7]" - Anthony Hoekema


Karena anda telah menerima korban pengganti yang diberikan oleh Kristus, tidak ada seorang pun yang akan berhasil membawa tuduhan kepada anda—tidak hanya pada hidup ini tetapi juga pada saat kritis dimana anda berdiri didepan kursi penghakiman Tuhan.

Tidak akan ada lagi jalan yang paling tepat untuk menghadapi penuduhan selain menumpu perhatian kita terhadap Salib. Jikalau anda kurang memiliki keyakinan dan kemampuan untuk menerima hal ini, isilah pikiran anda, hati anda, dan penyembahan anda dengan salib dari Yesus Kristus.
Tulislah satu masalah ataupun situasi yang memusingkan anda sekarang.


Bukankah ini mampu menguatkan anda juka anda tahu bahwa Yesus sendiri berdoa unruk kebutuhan anda pada saat ini juga?


Kristus Yesus yang telah mati (v.34). Sebagai tambahan atas keheranan (sesuatu yang dapat memberikan rasa takjud dalam diri kita) atas kesediaan-Nya untuk mati bagi kita, Tuhan kita berdoa untuk kita dari posisi otoritas-Nya di sebelah kanan Allah Bapa. Dia tidak secara pasif menunggu datangnya akhir jaman, dengan melihat berjalannya waktu. Dia juga tidak dengan santai dan menerima korban sembahan kita dan pelayanan kita. Tetapi dia meluangkan waktu sepanjang hidup kita untuk berdoa bagi anda—nama demi nama.

Bukankah hal ini dapat menguatkan anda dimana anda tahu bahwa Yesus sendiri berdoa untuk kebutuhan anda hingga saat ini?

Siapakah yang dapat memisahkan kita dari dari kasih Kristus (vv.35-39).Ketika Paulus menyatakan bahwa tidak ada.., maka ia menyatakan tidak ada sama sekali. Masalah. Kesusahan. Penganiayaan. Kelaparan. Bahaya. Kematian. Tidak ada satupun diantara hal-hal ini yang datang menghalangi kita dan cinta Tuhan kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang dibawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus Tuhan kita (Roma 8:38-39).
“Tidak ada segala sesutatu yang di dalam ruang (ketinggian maupun kedalaman) atau pun waktu (tidak dimasa ini maupun di masa yang akan datang), Tidak ada di alam semesta yang diciptakan Alllah (maupun pada makhluk lain) mampu memisahkan anak-anak Tuhan dari cinta Allah Bapa, yang telah ditanamkan kedalam mereka dalam Kristus. [8]" - F.F. Bruce


Ketika kita di dera oleh tuduhan dan dikejar oleh musuh kita, kita merasakan diri kita terpisah dari cinta Tuhan, seolah-olah Ia meninggalkan kita. Dengan memahami pemahaman akan masa yang akan datang ( foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran dan penyempurnaan (pemuliaan) dapat memampukan kita untuk menghindari hal-hal yang tidak Alkitabiah dan hal-hal yang tidak dapat membantu kita sama sekali seperti ketergantungan kita akan emosi kita yang selalu berubah-rubah.

Saya mengenal seseorang di England dimana ia selalu memberikan reaksi terhadap apa yang dia alami dengan menghubungkanya dengan Tuhan. Saya berjumpa dengan Henry setahun yang lalu di sebuah konferensi. Dia merupakan seorang guru Alkitab yang sangat dihormati dan juga seorang pengarang di England dan merupakan seorang yang memiliki sebuah karakter yang telah teruji. Dalam interaksi kami selama beberapa tahun saya sangat takjud atas kebaikan dan perhatian yang ia perlihatkan secara konsisten.

Coba baca dan pikirkan Filipi 1:21. Bagaimanakah pandangan tentang kematian in dibandingkan dengan pandangan dunia?

Dalam kunjungan saya ke England saya ketahui bahwa istri Henry mengalami suatu penyakit yang sangat serius dan dia dinyatakan hanya dapat hidup kurang dari 6 bulan. Saya sangat terkejut melihat mereka menghadiri konferensi. Dan saya semakin terkejut ketika melihat bahwa rasa puas dan senang sangat nyata terungkapkan didalam expressi wajah mereka. Yang sangat mengejutkan adalah cara mereka menjangkau orang lain. Mereka tidak menunjukkan sikap yang dapat membuat orang mengasihani mereka, justru mereka terus melayani secara normal. Saya sangat dipengaruhi oleh mereka.

Disatu pagi di saat konferensi, Henry dan saya berjumpa untuk menikmati sarapan pagi. “C.J.,” Dia berkata, “Aku percaya bahwa anda telah mengetahui apa yang telah terjadi pada istri saya. Aku telah mencari Tuhan, Aku melihat Ia menyembuhkan banyak orang, tetapi aku tidak mendapatkan satupun kepastian bahwa istriku akan Ia sembuhkan.” Aku tidak dapat berkata apa-apa pada saat itu. Aku terus berfikir dalam diriku, Bagaimanakah caraku untuk memberikan tanggapan? Dilain waktu, pada saat aku bertemu dengan dia kembali, aku rasa istrinya tidak akan ada lagi bersama dengan dia.

Akhirnya aku tidak menyampaikan satu kata pun, karena dalam waktu 15 minit yang berikutnya Henry membagikan kepadaku sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam ayat Alkitab dan juga dalam sejarah gereja dalam subjek kematian. Dia mengutip kata-kata dari Charles Spurgeon, yang pernah mengatakan bahwa kita akan menyadari kemulian Tuhan yang tertinggi ketika berada disamping seorang iman Kristus yang sejati yang akan meninggal. Dia juga mengutip pernyataan yang dibuat oleh John Wesley dari generasi yang mula-mula:” pengikutku akan mati dengan baik”.

Kesedihan Henry sangat nyata. Dia tidak berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya. Tetapi ia sangat yakin bahwa kematian tidak akan memisahkan ia dari istrinya dan dari cinta Tuhan Yesus Kristus.
Bagaimanakah caranya seorang Kristen melihat kematian? Ia mempelajarinya dengan sudut pandang yang benar. Ia tidak secara gampang dan sederhana mengabaikannya. Ia juga tidak membiarkan dirinya terkejut oleh ketakutan akan kematian. Ia mengenal kematian sebagai musuh, tetapi bergembira di dalam keyakinan bahwa kematian pun tidak dapat memisahkan dia dari cinta Kristus.[9]" - Sinclair Ferguson


Setelah berpuluh-puluh tahun mempelajari dan mengajar kebenaran besar seperti pemahaman akan masa mendatang (foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran, dan penyampurnaan mampu menyakinkan mereka akan kedaulatan Allah dan cinta Allah. Mereka tidak takut. Mereka merasa aman. Henry tampil dan kemudian membiarakanku memberikan komentar terhadap seorang teman,” Inilah kekuatan atas pemahaman doktrin akan kasih karunia yang mampu mengubah hidup seseorang dan menguatkan mereka di tengah serangan musuh.”

Di posisi lain di dalam konferensi Saya berdiri di belakangan Henry ketika ia sedang menyembah. Dia berbalik ke saya dan berkata:” Aku akan kembali ke perpustakaan aku dan akan memilih buku untuk beberapa orang, aku ingin menyampaikan hal ini untuk generasi berikutnya. Aku akan mengirimkan kamu sebuah buku.” Henry tidak hanya mempersiapkan diri untuk kematian istrinya, tetapi ia juga bekerja untuk mempersiapkan generasi pemimpin-pemimpin yang berikutnya.

Janganlah mengasiahani dia. Karena sayalah orang yang harus merasakan sakit didalam diriku. Yang ia lakukan disana adalah menyembah dengan senyuman yang lemput pada wajahnya. Kenapakah ia tidak merasakan kepahitan, kesedihan, bersungut-sungut ataupun mengasingkan diri? Bagaimana mungkin ia dapat melayani denngan rasa gembira ke setiap orang di tengah-tangah kesedihan pribadi yang mendalam? Ini karena Roma 8:38-39 telah terpahat didalam hatinya: karena ia tahu bahwa tidak ada yang dapat memisahkannya dengan cinta Kristus.

Kebenaran akan keselamatan yang terbesar ini menembus hati kita semua, hasilnya akan merupakan suatu kemampuan untuk memberikan tanggapan akan penuduhan dan serangan musuh dengan mengetahui dan menyatakan bahwa Tuhan di pihak kita dan tidak ada satu orangpun yang akan dengan mampu menyerang anda, Dia membenarkan anda, dan tidak akan ada yang mampu memisahkan anda dari cinta-Nya.

Jikalau buku ini merupakan suatu usaha untuk menelusuri kelima doktrin yang digaris besarkan pada bagian yang pertama—Pemahaman akan hal yang mendatang (foreknowledge), predestinasi, panggilan, pembenaran, dan penyempurnaan—maka kita harus membahasnya dalam beberapa ratus halaman. (sebenarnya, kita masih dalam suatu process menulis hal tersebut!) Kita harus dapat memggunakan enam bagian berikutnya untuk menekankan pada satu hal saja: yaitu tentang keindahan doktrin akan pembenaran melalui iman.

Ketika anda menelusuri halaman-halaman berikut ini, tolong jangan merasa terintimidasi oleh teologi dan doktrin yang akan anda pelajari. Karena hal-hal ini penuh dengan hidup…..dan ini akan dapat merubah hidup anda. Anda akan dipenuhi oleh rasa kagum dari hadiah akan pembenaran yang Yesus berikan untuk kita di atas salib. Anda akan semakin percaya kalau Tuhan selalu ada untuk anda, dan segalanya bekerja dengan baik dalam hidup anda, dan tidak ada seorangpun yang mampu secara penuh menentang anda dengan berhasil. Bukankah ini sengat mengagumkan! Dan bukankah kita juga sepenuhnya tidak layak unutk mendapatkan hal ini. Ini memang merupakan kasih karunia yang luar biasa.

Diskusi berkelompok

  1. Apakah ketakutan terbesar anda satu-satunya?
  2. Pemahaman akan keselamatan terbesar kita merupakan suatu penawar yang sempurna kepada dua macam penyakit yang umum. Apakah dia? (halaman4)
  3. Apakah anda menyalahkan Tuhan bila segala sesuatu terjadi pada anda?
  4. Bagaimanakah caranya untuk menangani rasa tidak tenang dan stress?
  5. Adakah bagian dari hidup anda dimana Setan secara konsisten menyerang anda?
  6. Coba lihat kembali cerita tentang Superbowl pada halaman 5. Bagaimanakah ini dapat mempengaruhi pemahaman anda akan Roma 8: 29-30?
  7. Bagaimanakah caranya anda meresponi pertanyaan #4 pada halamn 9?
  8. Apakah itu mudah untuk membiarkan teologi hanya desimpan di dalam pikiran kita dibandingkan dengan membiarkan nya mempengaruhi kebiasaan hidup kita.
  9. Apakah pengaruh bagian ini dalam kehidupan sehari-hari anda?

Saran untuk Bacaan yang Lebih Lanjut

God’s Words: Studies of Key Bible Themesby J.I. Packer (Grand Rapids, MI: Baker Book House, 1981)

The Pilgrim’s Progress by John Bunyan (various editions available, including an inexpensive Penguin Classic)

Romans by John Stott (Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 1995)

Still Sovereign by Thomas R. Schreiner and Bruce A. Ware, eds. (Grand Rapids, MI: Baker Book House, 2000)

Catatan

  1. Sinclair Ferguson, The Christian Life: A Doctrinal Introduction (Carlisle, PA: The Banner of Truth Trust, 1989), p. ix.
  2. James Cantelon, Theology for Non-Theologians (New York: Macmillan Publishing, 1988), p. 6.
  3. Sinclair Ferguson, The Christian Life, p. 2.
  4. F.F. Bruce, Tyndale New Testament Commentaries—Romans (Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 1983), pp. 177–78.
  5. James Cantelon, Theology for Non-Theologians, p. 101.
  6. Jerry Bridges, Trusting God (Colorado Springs, CO: NavPress, 1988), p. 71.
  7. Anthony Hoekema, Saved By Grace (Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 1989) p. 177.
  8. F.F. Bruce, Tyndale New Testament Commentaries—Romans, p. 181.
  9. Sinclair Ferguson, The Christian Life, p. 187.



Navigation
Volunteer Tools
Other Wikis
Toolbox