<?xml version="1.0"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" href="http://gospeltranslations.org/w/skins/common/feed.css?239"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
		<id>http://gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Liutoyo&amp;title=Special%3AContributions%2FLiutoyo</id>
		<title>Gospel Translations - User contributions [en]</title>
		<link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://gospeltranslations.org/w/index.php?feed=atom&amp;target=Liutoyo&amp;title=Special%3AContributions%2FLiutoyo"/>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://gospeltranslations.org/wiki/Special:Contributions/Liutoyo"/>
		<updated>2026-04-07T13:21:25Z</updated>
		<subtitle>From Gospel Translations</subtitle>
		<generator>MediaWiki 1.16alpha</generator>

	<entry>
		<id>http://gospeltranslations.org/wiki/Quest_for_Joy/id</id>
		<title>Quest for Joy/id</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://gospeltranslations.org/wiki/Quest_for_Joy/id"/>
				<updated>2009-07-06T13:26:55Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Liutoyo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|user=|date=}}&amp;amp;nbsp;{{info|Pencarian Sukacita}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Enam kebenaran Alkitabiah'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''&amp;lt;br&amp;gt;'''''Apakah Anda mengetahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk bergembira?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”'' (Mazmur 37:4) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''1) Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi…yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku” ''(Yesaya 43:6-7) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Allah menciptakan kita untuk memperbesar kebesaran-Nya- seperti cara sebuah teleskop memperbesar (citra) bintang-bintang. Ia menciptakan kita untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran dan keindahan dan hikmat dan keadilan-Nya. Tampilan kemuliaan Allah yang terbesar datang dari kegembiraan mendalam karena siapa Dia secara menyeluruh. Ini berarti bahwa Allah mendapatkan pujiannya dan kita mendapatkan kesenangannya. Allah menciptakan kita sehingga Ia paling dimuliakan dalam diri kita ketika kita merasa paling puas di dalam Dia.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''2) Setiap manusia harus hidup untuk kemuliaan Allah.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”'' (1 Korintus 10:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Bila Allah menciptakan kita untuk kemuliaan-Nya, jelaslah bahwa kita harus hidup untuk kemuliaan-Nya. Tugas kita ada karena rancangan-Nya. Jadi kewajiban kita yang pertama ialah menunjukkan nilai Allah dengan merasa puas dengan seluruh keberadaan-Nya untuk kita. Inilah intisari dari mengasihi Allah (Matius 22:37) dan mempercayai Dia (1 Yohanes 5:3-4) dan bersyukur kepada Dia (Mazmur 100:2-4). Hal tersebut merupakan akar dari semua ketaatan yang sejati, terutama mengasihi sesama (Kolose 1:4-5).&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''3) Kita semua telah gagal untuk memuliakan Allah sebagaimana mestinya.''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''“''Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”'' (Roma 3:23)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah artinya “kehilangan kemuliaan Allah”? Artinya ialah bahwa tidak seorang pun dari kita telah mempercayai dan menghargai Allah sebagaimana yang seharusnya. Kita tidak puas dengan kebesaran-Nya dan tidak berjalan dalam cara-cara Allah. Kita telah mencari kepuasan kita dalam hal-hal lain, dan memperlakukan hal-hal tersebut seakan-akan lebih berharga daripada Allah, yang merupakan inti dari penyembahan berhala (Roma 1:21-23). Sejak dosa masuk ke dalam dunia kita semua telah menolak mentah-mentah untuk memiliki Allah sebagai harta yang paling memuaskan kita (Efesus 2:3). Hal ini merupakan pemberontakan yang mengerikan terhadap kebesaran Allah (Yeremia 2:12-13)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''4) Kita semua akan menghadapi penghakiman Allah yang adil''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Upah dosa ialah maut…”'' (Roma 6:23) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Kita semua telah menganggap ringan kemuliaan Allah. Bagaimana caranya? Dengan lebih memilih hal-hal lain di atas Dia. Jadi Allah bersikap adil dengan memisahkan kita dari kenikmatan kemuliaan-Nya selama-lamanya. ”Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selam-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tesalonika 1:9)&amp;lt;br&amp;gt;Kata “neraka” dipergunakan dalam Perjanjian Baru sebanyak dua belas kali- sebelas kali oleh Yesus sendiri. Neraka bukanlah mitos yang diciptakan oleh para pengkhotbah yang muram dan marah. Neraka merupakan peringatan serius dari Anak Allah yang mati untuk menebus orang-orang berdosa dari kutuknya. Kita mengabaikannya dengan risiko besar. &amp;lt;br&amp;gt;Bila Alkitab berhenti di sini dalam analisisnya mengenai keadaan manusia, kita pastilah dihukum dengan masa depan tanpa harapan. Namun, Alkitab tidak berhenti di sini…&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''5) Allah mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus untuk memberikan hidup kekal dan sukacita''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''''“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa...” ''(1 Timotius 1:15) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Berita baiknya ialah bahwa Kristus mati untuk orang-orang berdosa seperti kita. Dan Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati untuk meneguhkan kuasa penyelamatan dari kematian-Nya dan untuk membuka pintu-pintu kehidupan kekal dan sukacita (1 Korintus 15:20). Hal ini berarti bahwa Allah dapat membebaskan orang-orang berdosa yang bersalah dan tetap bersikap adil (Roma 3:25-26). “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Pulang kepada Allah merupakan tempat di mana semua kepuasan mendalam dan abadi dapat ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''6) Kebaikan-kebaikan yang telah dibeli oleh kematian Kristus merupakan milik dari mereka yang bertobat dan percaya kepada-Nya &amp;lt;br&amp;gt;'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” ''(Kisah Para Rasul 3:19). ''”Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat”'' (Kisah Para Rasul 16:31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;“Bertobat” artinya berpaling dari semua janji-janji dosa yang menipu. ”Iman” artinya puas dengan semua yang Tuhan janjikan untuk kita dalam Yesus. “Barang siapa percaya kepada-Ku,” Yesus berkata, “ ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35) Kita tidak bekerja untuk memperoleh keselamatan kita. Kita tidak dapat menganggap keselamatan sebagai suatu kebaikan yang kita kerjakan (Roma 4:4-5). Oleh kasih karunia karena imanlah kita selamat. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Roma 3:24). Kita akan memilikinya bila kita menghargainya melebihi apa pun juga (Matius 13:44). Ketika kita melakukan hal itu, sasaran Allah dalam penciptaan telah tercapai. Ia dimuliakan di dalam kita dan kita puas di dalam Dia-selamanya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Apakah ini masuk akal bagi Anda?''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''&amp;lt;br&amp;gt;'''Apakah Anda menginginkan bentuk kegembiraan yang datang dari kepuasan atas segala keberadaan Allah bagi Anda di dalam Yesus? Bila ya, berarti Allah sedang bekerja dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''Apa yang harus Anda lakukan?&amp;lt;br&amp;gt;'''Berpalinglah dari janji-janji dosa yang menipu. Berserulah kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari kesalahan dan penghukuman dan perhambaan. ”Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan” (Roma 10:13). Mulailah menaruh pengharapan Anda pada seluruh keberadaan Allah bagi Anda dalam Yesus. Patahkan kuasa janji-janji dosa dengan iman dalam kepuasan paling tinggi dari janji-janji Allah. Mulailah membaca Alkitab untuk menemukan janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar, yang dapat membebaskan Anda (1 Petrus 1:3-4). Carilah gereja yang percaya pada Alkitab dan mulailah berbakti dan bertumbuh bersama dengan orang lain yang menghargai Kristus lebih dari apa pun juga (Filipi 3:7). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Berita terbaik di dunia ialah bahwa tidak ada konflik yang perlu terjadi&amp;amp;nbsp;di antara kebahagiaan kita dan kekudusan Allah. Merasa puas dengan seluruh keberadaan Allah bagi kita dalam Yesus melipatgandakan Dia sebagai Harta yang terbesar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;''&amp;quot;Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”'' (Mazmur 16:11).&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Liutoyo</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://gospeltranslations.org/wiki/He_is_Not_Here,_He_is_Risen/id</id>
		<title>He is Not Here, He is Risen/id</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://gospeltranslations.org/wiki/He_is_Not_Here,_He_is_Risen/id"/>
				<updated>2009-04-23T22:51:27Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Liutoyo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Info!Dia Tidak Ada Di sini, Dia Telah Bangkit}} Banyak orang Kristen sepertinya puas untuk meninggalkan Yesus di kayu salib, sementara kebangkitan-Nya sering kali menderita karena diabaikan. Namun, jika salib menerima sedemikian banyak perhatian, hal tersebut bukan tanpa tuntutan. Bagaimanapun, peristiwa tersebut merupakan ”satu perbuatan kebenaran” sehingga “semua orang beroleh pembenaran untuk hidup” (Rm. 5:18). Maksud hal itu ialah, satu tindakan kebenaran Manusia tersebut merupakan tindakan puncak dari ketaatan seumur hidup Yesus kepada kehendak dan tujuan Bapa-Nya, ketika Ia mengorbankan hidup-Nya untuk umat-Nya. Membawanya selangkah lebih jauh, banyak dari kita cenderung untuk mengatakan bahwa kita akan hidup di bawah aib publik dan murka salib sampai Kristus kembali, bahwa hal tersebut menentukan masa di mana kita hidup sekarang. Karena kita hidup dalam dunia yang penuh penderitaan, begitulah pemikiran manusia, penyaliban menyediakan penyataan sempurna dari empati Allah terhadap ciptaan-Nya. Namun alasan menyeluruh bahwa satu tindakan itu tetap merupakan poros adalah karena tepatnya Injil menganggapnya sebagai kemenangan pasti oleh Dia yang tergantung mati di kayu salib. Namun, kemenangan apakah yang dicapai oleh Kristus yang mati tergantung di sana? Di manakah letak kemenangan dalam kisah seorang Galilea yang kecewa yang tidak dapat meminta Allah untuk memantapkan kerajaan-Nya di dunia? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada. Tanpa kebangkitan, salib memang adalah kebodohan.&amp;lt;br&amp;gt;Kesemua ini menyatakan bahwa salib itu sendiri sepenuhnya tidak dapat dipisahkan dari tindakan-tindakan penyelamatan Allah lainnya melalui Yesus dalam sejarah-kehidupan, kematian, kebangkitan, kenaikan-Nya dan pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta-kesemua ini membentuk sebuah medan di mana zaman dosa dan kematian menemukan lawan tandingnya. Dan kekalahan kedua hal menakutkan itu belum pernah diproklamasikan secara lebih gamblang daripada saat pagi Paskah. Kebangkitan berdiri sebagai satu-satunya penyataan yang paling dahsyat oleh Allah, bahwa manusia sejati Yesus ini ”diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya,” yang juga ”menurut Roh Kekudusan dinyatakan,... bahwa... Ia adalah Anak Allah yang berkuasa” (Kis. 2:23; Rm. 1:4) Yesus dan karya-karya-Nya yang luar biasa dibersihkan dari tuduhan ketika Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, meninggikan Dia sebagai “Tuhan dan Kristus” (Kis. 2:36), bukan lagi rendah dan terbatas, sekarang Mesias dari umat-Nya dan Penguasa seluruh dunia.&amp;lt;br&amp;gt;Bila kebangkitan tidak terjadi, maka kita, para pengikut Yesus, bersama rasul Paulus, “adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Kor. 15:19). . Dengan perkataan lain, seandainya Kristus tidak dibangkitkan, kita adalah kumpulan orang yang paling merana, tidak bahagia, penuh penyesalan, yang pernah dilihat oleh dunia, karena kita telah mempercayai tipuan yang paling jahat-pengharapan akan keselamatan ketika apa yang tersisa bagi kita hanyalah dosa, kesia-siaan, dan kematian. Namun kebangkitan memang terjadi, dan dipercayai, karena Yesus sendiri mengatakan, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29). Hal ini, tentu saja, merupakan sebabnya mengapa Yohanes menuliskan Injil ini. ”Semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (ay. 31).Kebangkitan merupakan bagian dan paket pesan Injil tentang kehidupan dalam nama Kristus. Ini tidak bisa ditawar-tawar. Seseorang tidak dapat menganggap dirinya sejalan dengan ”Kekristenan apostolik” tanpa peneguhan tentang kebangkitan tubuh Yesus dari Nazaret. Hal ini merupakan kesaksian yang jelas dari tulisan-tulisan Perjanjian Baru, yang diungkapkan paling gamblang dalam Roma 10:9: “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalahTuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Mereka yang menyangkalinya, meskipun diperlakukan dengan “kelembutan dan hormat” (1 Pet. 3:16), tidak boleh disetujui di meja persekutuan: “Kekristenan” mereka tidak boleh diakui.&amp;lt;br&amp;gt;Namun, pertanyaan yang kita hadapi bukanlah tentang bukti kebangkitan itu sendiri, tetapi lebih cenderung pada apa artinya. Apa signifikansi dari kebangkitan Yesus dalam rencana penyelamatan Allah?&amp;lt;br&amp;gt;Dalam ungkapan paling sederhana, kebangkitan menjungkirbalikkan kutuk Kejatuhan (dosa, kesia-siaan, dan kematian). Namun, bukan hanya kebangkitan itu sendiri, tetapi termasuk di dalamnya juga peristiwa yang mengarah kepada kebangkitan: kepatuhan Yesus kepada kehendak Bapa-Nya (kadang-kadang disebut sebagai ketaatan ”aktif”) dan ketaatan-Nya sampai mati (ketaatan ”pasif”). Dalam ketaatan aktif, peranan Yesus sebagai Adam kedua tampil dengan jelas. Mesias yang diutus Allah ini mengalahkan dosa ketidaktaatan Adam dengan ketaatan sempurnya-Nya terhadap apa yang telah gagal dilakukan bangsa Israel secara kolektif, maksudnya, tetap menaati perjanjian tersebut.&amp;lt;br&amp;gt;Ketika Adam tidak menaati perintah illahi itu, Allah mengutus Abraham dan bangsa Israel mengikutinya untuk mengantarkan cahaya Injil keselamatan Allah (lihat Yes. 41:8-9;49:3-6). Ketika gagal melakukan hal ini, Yesus datang sebagai wakil bangsa Israel; Ia sanggup melakukan hal ini karena Ia diutus sebagai Kristus (“Yang Diurapi”). Di Israel, yang diurapi, atau raja, adalah kedua-duanya merupakan wakil negara di hadapan Tuhan, dan juga sebagai wakil pilihan Tuhan untuk bangsa itu (contoh, 2 Sam 19:43; 20:1). Demikian juga, seperti Israel (lihat Yes. 63:16), raja tersebut adalah Anak Allah&amp;amp;nbsp;: “Aku akan menjadi Bapa-Nya dan Ia akan menjadi Anak-Ku” (2 Sam. 7:14; juga Mzm. 2:6-7). Raja Israel, tentu saja, tidak didewakan seperti para Firaun Mesir (tidak seperti Yesus, yang adalah manusia Allah). Jadi untuk Yesus, menjadi Kristus berarti Ia diidentifikasikan sangat dekat dengan umat-Nya sehingga apa pun yang dapat dikatakan tentang Dia dapat, setidaknya secara prinsip, dikatakan tentang mereka. &amp;lt;br&amp;gt;Jadi, bagi orang Kristen (baik Yahudi maupun orang non-Yahudi, lihat Rm. 9:4-8) ini berarti bahwa mereka mengambil bagian dalam perjanjian Allah, karena iman, menjadi pewaris janji-janji-Nya, setia kepada kehendak dan maksud-Nya, justru karena Yesus telah melakukan hal tersebut. Rasul Paulus tidak mengurangi maksudnya sedikit pun ketika ia menulis bahwa kita telah “dibaptis dalam Kristus Yesus” (lihat Rm. 6:1-14). Akhirnya, karunia yang mengalir dari ketaatan sempurna oleh Yesus ini merupakan karunia kehidupan itu sendiri (“Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan,” 1 Kor. 15:45), dan membawa kita kembali pada apa yang digambarkan Paulus sebagai “satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup” (Rm. 5:18)&amp;lt;br&amp;gt;Dalam ketaatan Yesus sampai mati itulah kontras antara Adam pertama dan Adam terakhir menjadi sangat nyata. ”Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam” (Rm. 5:15). Bahkan, karunia Allah jauh leibh besar, anugerah Allah yang berlimpah secara sempurna menutupi pelanggaran Adam. Namun, bagaimana anugerah itu dapat tiba? Tuntutan dari Allah terhadap bangsa Israel ialah, sebagaimana disebutkan di atas, adalah untuk hidup dalam perjanjian dengan Dia sebagai sarana mereka untuk menentang kutuk dan kebinasaan akibat kejatuhan Adam. Tetapi dalam hal ini rasul Paulus mengatakan, “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat yang aku perbuat” (Rm. 7:19). Artinya, “perbuatan baik” dalam menaati Taurat selalu menyerah kepada “perbuatan jahat” yaitu melanggar Hukum Taurat selama Adam tetap menjadi perwakilan bangsa Israel. Jadi mereka gagal. Namun, kebutuhan akan karya Hamba Allah itu tetap ada bila dosa harus dikalahkan dan manusia Adam yang lama diselamatkan (lihat Yes. 53:11). Siapa yang telah menebus kita dari tubuh kematian? Jawabnya? “Syukur kepada Allah, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita!” (Rm. 7:25). Yesus dating dan dengan sempurna menaati kehendak Allah Bapa, bahkan sampai mati. Dengan melakukan hal tersebut, Ia membalikkan ketidaktaatan Adam, sebagai gantinya, memulai dalam hidup kebangkitan-Nya suatu keluarga Allah yang memiliki sifat-sifat-Nya, dan mengarahkan dunia yang telah jatuh ke dalam dosa serta rusak itu menuju jalan pembaharuannya (lihat Rm. 8:21-22).&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Jadi, satu titik utama dari kesemuanya ini sekarang ialah bahwa, dengan dibaptiskan dalam Kristus, kita juga turut mengambil bagian dalam kemenangan dan pemuliaan-Nya (Rm. 5:1 dst). Bukan saja dosa dikalahkan oleh ketaatan sempurna (berlangsung sampai pada kebangkitan) Yesus, maut juga dibinasakan. Karena maut menerima sengatnya dari dosa. Seolah-olah pijakan maut direnggutkan dari bawah kakinya, dan ia menjadi tidak berdaya untuk mempertahankan Dia di dalam kubur. Bersama dengan hal ini datang juga jaminan bahwa mereka yang mati satu kali, bila mereka dalam persekutuan dengan Kristus, tidak akan mati lagi. Dengan perkataan lain, kebangkitan pertama itu, merupakan ”buah sulung” dari kebangkitan besar yang akan datang itu (lihat 1 Kor. 15:12-33;51-57). Dengan cara ini, orang-orang Kristen yang telah ditebus mengambil bagian dalam pemuliaan Kristus, karena dibenarkan hubungannya dengan Allah dan hukum-Nya, diperhitungkan sebagai benar di hadapan Hakim Suci itu.&amp;lt;br&amp;gt;Jadi pada hari yang ketiga, Paskah pagi menyaksikan terbitnya sebuah hari yang baru. Namun, hari itu bukan sekadar hari biasa seperti hari-hari sebelumnya, melainkan menjadi hari yang mengandung masa depan yang telah ditunjukkannya. Analogi peperangan yang lama tersirat dalam pikiran: kemenangan telah diproklamirkan, peperangan hampir berakhir, meski dosa dan maut masih harus mendengar berita itu, dan kita masih memerangi keduanya. Namun kedua hal itu tidak lagi perlu ditakuti, kita bukan lagi budak dari kedua hal tadi. Sang Pemenang, Yesus, telah menghancurkan kuk dosa dan maut, beban yang telah ditanggung-Nya itu. Kisah kosongnya kubur Yesus secara harfiah bukan hanya menegaskan pengharapan yang kita pegang, tetapi pada waktu yang sama, hal tersebut juga menawarkan kepada kita, bahkan sekarang ini, hidup kebangkitan di masa mendatang kepada setiap orang yang berada dalam Kristus. Ketidakpastian dan kekosongan dari dunia ini, yang terkadang menekan, tidak boleh membuat kita berputus asa terus-menerus. Tidak ada tempat bagi hal tersebut dalam hidup orang yang percaya kepada kemenangan Allah melalui Yesus Kristus yang telah ditinggikan. Bagaimanapun beratnya, di tengah-tengah kedukaan dan empati dari tragedi, kita harus bersyukur kepada Allah dalam terang janji ini: ciptaan baru, surga di dunia. Jadi kita secara rutin memproklamirkan kepercayaan ini pada setiap Hari Tuhan: ”Kristus telah mati, Kristus telah bangkit, Kristus akan datang kembali.” Akan datang suatu hari di mana lalang akan ditumpas oleh rumpun anggur manis, kebenaran sejati akan memerintah, dan orang-orang berdosa yang tadinya akan binasa tidak akan melakukan hal lain selain hidup dibangkitkan secara sempurna dan merendah di hadapan hadirat Sang Penguasa&amp;lt;br&amp;gt;{{InProcess|user=|date=}}&amp;amp;nbsp;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Liutoyo</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://gospeltranslations.org/wiki/What_to_Pray_For/id</id>
		<title>What to Pray For/id</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://gospeltranslations.org/wiki/What_to_Pray_For/id"/>
				<updated>2009-01-10T00:32:00Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Liutoyo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|user=Liutoyo|date=}}&amp;amp;nbsp;{{info|Apa Yang Perlu Didoakan}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Anda seperti saya, Anda menemukan bahwa dari waktu ke waktu kehidupan doa Anda memerlukan suatu sentakan dari kerutinan yang telah diciptakannya. Kita cenderung untuk memakai ungkapan-ungkapan yang sama berulang-ulang. Kita cenderung untuk kembali pada ungkapan-ungkapan usang (seperti kata ''default ''– asal). Kita terjebak dalam pola pengulangan tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iblis membenci doa. Tubuh jasmani kita sendiri secara alamiah tidak menyukainya. Oleh karenanya, doa tidak terlahir secara utuh dan sempurna dan penuh hasrat dari rahim hati kita. Doa selalu membutuhkan disiplin yang terus-menerus diperbarui. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya menulis ''Let the Nations Be Glad ''(Biarkan Bangsa-bangsa Bergembira), saya mendebat bahwa doa merupakan walkie-talkie (alat komunikasi jarak jauh) dalam masa peperangan, bukan sebuah interkom domestik. Allah lebih menyerupai seorang jenderal dari Pusat Komando, dan bukannya seperti bujang laki-laki yang menanti untuk membawakan Anda bantal lain di kamar tidur. Tentu saja, Ia adalah juga Bapa, Kekasih, Sahabat, Tabib, Gembala, Penolong, Raja, Penyelamat, Tuhan, Penasihat. Tetapi dalam dunia yang penuh dengan iblis, dunia yang sudah jatuh ini, doa akan berfungsi paling baik bila kita menjaga agar frekuensinya selalu tertuju kepada Pusat Komando dalam perjuangan iman.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ketika saya menulis buku itu, saya mengumpulkan di satu tempat semua hal yang didoakan oleh gereja mula-mula. Saya mencetaknya untuk diri saya sendiri, dan ternyata hal ini terbukti menjadi salah satu dari sekian banyak ”sentakan” yang saya perlukan. Saya pikir Anda akan merasakan kegunaan hal ini. Anda mungkin ingin mencetaknya dan menyimpannya sementara waktu dalam Alkitab Anda untuk menjadi panduan Anda dalam berdoa. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam berdoa, menjadi suatu pembangun-keyakinan yang besar bila Anda mengetahui bahwa Anda tidak sedang mengikuti suatu kebiasaan khusus. Mendoakan hal-hal yang didoakan dalam Perjanjian Baru merupakan cara yang aman dan penuh kuasa untuk berdoa.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa tetap merupakan salah satu misteri besar dan agung dalam alam semesta ini-bahwa Allah yang Mahatahu, Mahabijak, Mahakuasa itu menakdirkan untuk menggerakkan dunia ciptaan-Nya sebagai tanggapan terhadap doa-doa kita, hal ini merupakan fakta yang menakjubkan. Namun seperti itulah kesaksian yang seragam dari Kitab Suci. Allah mendengar dan menjawab doa umat-Nya. Oh, jangan abaikan cara menakjubkan ini untuk mempengaruhi bangsa-bangsa dan berbagai pergerakan, lembaga dan gereja serta hati orang-orang, terutama hati Anda sendiri.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila Anda ingin mendoakan apa yang didoakan oleh gereja yang mula-mula… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah meninggikan nama-Nya di dunia ini.&amp;lt;br&amp;gt;'''Jadi, berdoalah demikian: “Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah nama-Mu.” (Mat. 6:9)&amp;lt;br&amp;gt;Berdoalah agar Allah memperluas kerajaan-Nya di dunia ini.&amp;lt;br&amp;gt;Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga. (Mat. 6:10) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Firman Tuhan terus mendapat kemajuan dan dimuliakan.&amp;lt;br&amp;gt;'''Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu. (2 Tesalonikan 3:1) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk kepenuhan Roh Kudus. &amp;lt;br&amp;gt;'''Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya&amp;amp;nbsp;! (Lukas 11:13; cf Efesus 3:19) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah akan membenarkan umat-Nya dalam alasan mereka. &amp;lt;br&amp;gt;'''Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? (Lukas 18:7)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah menyelamatkan mereka yang belum percaya.&amp;lt;br&amp;gt;'''Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (Roma 10:1) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah mengarahkan penggunaan pedang Roh.&amp;lt;br&amp;gt;'''Terimalah…pedang Roh, yaitu Firman Allah; dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu. (Efesus 6:17,18)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar diberi keberanian dalam pemberitaan Injil&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah setiap waktu…dan juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil (Efesus 6:18-19) &amp;lt;br&amp;gt;Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami, dan berilah kepada kami keberanian untuk memberitakan Firman-Mu (Kisah Para Rasul 4:29) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah meminta tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat&amp;lt;br&amp;gt;'''Dan sekarang, ya Tuhan, ..... berilah kepada kami keberanian untuk memberitakan Firman-Mu....Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang; dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, hamba-Mu yang kudus (Kisah Para Rasul 4:29-30)&amp;lt;br&amp;gt;Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya. (Yakobus 5:17-18) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk kesembuhan rekan-rekan yang terluka&amp;lt;br&amp;gt;'''Supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni (Yakobus 5:14-15)&amp;lt;br&amp;gt;Berdoalah untuk kesembuhan orang-orang yang belum percaya&amp;lt;br&amp;gt;Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya, ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. (Kisah Para Rasul 28:8) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk pengusiran setan-setan. &amp;lt;br&amp;gt;'''Jawab-Nya kepada mereka, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” (Markus 9:29)&amp;lt;br&amp;gt;Berdoalah untuk kelepasan secara ajaib &amp;lt;br&amp;gt;Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah....Dan setelah berpikir sebentar (ia telah dibebaskan), ia pergi ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. (Kisah Para Rasul 12:5;12)&amp;lt;br&amp;gt;Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat. (Kisah Para Rasul 16:25-26) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk kebangkitan orang mati&amp;lt;br&amp;gt;'''Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata, “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika ia melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. (Kisah Para Rasul 9:40) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah bahwa Tuhan akan mencukupkan pasukan-Nya dengan segala kebutuhan mereka.&amp;lt;br&amp;gt;'''Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah meminta hikmat yang berstrategi&amp;lt;br&amp;gt;'''Apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,-yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit-, maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah agar Allah memantapkan kepemimpinan di pos-pos penginjilan &amp;lt;br&amp;gt;'''Di tiap tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. (Kisah Para Rasul 14:23)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah mengirimkan pasukan penguat.&amp;lt;br&amp;gt;'''Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. (Matius 9:38)&amp;lt;br&amp;gt;Ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi (Kisah Para Rasul 13:2-3) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk keberhasilan para misionaris lainnya.&amp;lt;br&amp;gt;'''Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana (Roma 15:30-31) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah untuk kesatuan dan kesehatian dalam barisan laskar Allah.&amp;lt;br&amp;gt;'''Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:20-21)&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah agar ada dorongan untuk kebersamaan.&amp;lt;br&amp;gt;'''Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. (1 Tesalonika 3:10) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah meminta pikiran yang dapat membedakan&amp;lt;br&amp;gt;'''Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. (Filipi 1:9-10)&amp;lt;br&amp;gt;Berdoalah meminta pengertian akan kehendak-Nya&amp;lt;br&amp;gt;[Kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu]. Kami meminta supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna (Kolose 1:9) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah supaya dapat lebih mengenal Allah.&amp;lt;br&amp;gt;'''[Kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu agar] bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah. [Kolose 1:10; . Efesus 1:17] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon kuasa untuk memahami kasih Kristus&amp;lt;br&amp;gt;'''Aku sujud kepada Bapa…[supaya kamu] bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. (Efesus 3:14,18-19) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon agar dapat lebih menyelami jaminan pasti itu. &amp;lt;br&amp;gt;'''Aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku...agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. (Efesus 1:16,18) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon kekuatan dan ketekunan.&amp;lt;br&amp;gt;'''[Kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu ...supaya kamu] dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (Kolose 1:11; bd. Efesus 3:16) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon pemahaman lebih dalam akan kuasa-Nya dalam diri mereka&amp;lt;br&amp;gt;'''Aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku...agar kamu mengerti...betapa hebatnya kuasa-Nya bagi kita yang percaya. (Efesus 1:16, 18-19) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;'''Berdoalah agar iman&amp;amp;nbsp;Anda&amp;amp;nbsp;tidak gugur.&amp;lt;br&amp;gt;'''Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanumu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu. (Lukas 22:32)&amp;lt;br&amp;gt;Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. (Lukas 21:36) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon iman lebih besar.&amp;lt;br&amp;gt;'''Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.!” (Markus 9:24; bd. Efesus 3:17) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Anda tidak jatuh ke dalam pencobaan. &amp;lt;br&amp;gt;'''Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (Matius 6:13)&amp;lt;br&amp;gt;Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Matius 26:41) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah agar Allah menyempurnakan ketetapan hati Anda. &amp;lt;br&amp;gt;'''Karenia itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu. (2 Tesalonika 1:11) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah supaya Anda akan melakukan pekerjaan baik. &amp;lt;br&amp;gt;'''[Kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu…supaya] hidupmu layak di hadapan-Nya, serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik. (Kolose 1:10) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon pengampunan atas dosa-dosa Anda&amp;lt;br&amp;gt;'''Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. (Matius 6:12) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Berdoalah memohon perlindungan dari si jahat.&amp;lt;br&amp;gt;'''Lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Matius 6:13) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Liutoyo</name></author>	</entry>

	<entry>
		<id>http://gospeltranslations.org/wiki/Male_and_Female_He_Created_Them_in_the_Image_of_God/id</id>
		<title>Male and Female He Created Them in the Image of God/id</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://gospeltranslations.org/wiki/Male_and_Female_He_Created_Them_in_the_Image_of_God/id"/>
				<updated>2008-11-08T04:19:10Z</updated>
		
		<summary type="html">&lt;p&gt;Liutoyo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{InProcess|user=|date=}}&amp;amp;nbsp;(Dari Gospel Translations)&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Kejadian 1:26-28''' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak, penuihlah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini saya ingin berpikir bersama Anda mengenai tiga hal yang diajarkan dalam teks ini. Pertama ialah bahwa Allah menciptakan manusia. Kedua, Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya. Ketiga, Allah menciptakan kita laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah mungkin untuk memercayai ketiga kebenaran ini dan kita bukan orang Kristen. Bagaimanapun, ketiga hal tersebut memang diajarkan dalam Kitab Suci Agama Yahudi. Karena itu, seorang Yahudi yang benar-benar percaya pada Kitab Sucinya akan menerima kebenaran-kebenaran tersebut. Tetapi sekalipun Anda dapat memercayai ketiga kebenaran tersebut, dan Anda bukan orang Kristen, keseluruhannya menunjuk kepada kekristenan. Kesemuanya meminta penyelesaian yang datang bersama karya Kristus. Itulah yang ingin saya sampaikan, khususnya berkaitan dengan kebenaran ketiga-yaitu bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah sebagai laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Marilah kita tinjau kebenaran pertama: bahwa manusia telah diciptakan oleh Allah. Saya pikir hal ini meminta suatu penjelasan. MENGAPA Ia menciptakan kita? Kalau Anda membuat sesuatu, Anda mempunyai alasan untuk membuatnya. Tetapi apakah dunia yang kita kenal sekarang ini dapat memberikan penjelasan yang memadai terhadap pertanyaan tersebut? Perjanjian Lama berbicara mengenai manusia yang menyebabkan dunia ini tunduk di bawah kedaulatan-Nya. Perjanjian Lama berbicara mengenai penciptaannya untuk menyatakan kemuliaan Allah (Yesaya 43:7). Perjanjian Lama berbicara mengenai bumi yang dipenuhi pengetahuan tentang kemuliaan Allah.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apa yang kita lihat? Kita melihat dunia yang memberontak terhadap Penciptanya. Kita lihat Kitab Suci Agama Yahudi diakhiri dengan kisah penciptaan yang sama sekali belum selesai dan pengharapan akan kemuliaan yang masih akan datang. Jadi sekadar memercayai bahwa Allah menciptakan manusia menurut versi Kitab Suci orang Yahudi mengajarkan bahwa Ia memang meminta agar sisa kisah itu diceritakan, dengan kata lain, kekristenan. Hanya dalam Kristus tujuan penciptaan dapat tercapai.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Atau tinjaulah kebenaran kedua, misalnya. Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya. Pastilah hal ini mempunyai suatu kaitan dengan mengapa kita berada di sini. Tujuan Allah dalam menciptakan kita pastilah mempunyai sesuatu yang luar biasa dalam kaitannya dengan fakta bahwa kita bukanlah katak atau kadal atau burung ataupun kera. Kita adalah manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, hanya kita, dan tidak ada makhluk lain yang diciptakan seperti itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lihatlah kekacauan apa yang telah kita perbuat terhadap kewibawaan luar biasa ini. Apakah kita seperti Allah? Yah, ya dan tidak. Ya, kita serupa dengan Allah, sekalipun kita berdosa dan tidak percaya tentang keserupaannya. Kita tahu hal ini karena dalam Kejadian 9:6 Allah berkata kepada Nuh, ”Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.” Dengan perkataan lain, bahkan dalam dunia di mana dosa melimpah (yang mirip dengan pembunuhan), manusia tetap merupakan gambar Allah. Mereka tidak boleh dibunuh seperti tikus atau nyamuk. Anda mengorbankan hidup Anda bila Anda membunuh manusia (lihat Yakobus 3:9) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apakah kita telah menjadi gambar Allah sebagaimana yang dikehendaki-Nya? Bukankah gambar itu telah dicemarkan, kadang-kadang sampai tidak dapat dikenali lagi? Apakah Anda merasa bahwa Anda serupa dengan Allah sebagaimana yang seharusnya? Jadi di sini sekali lagi dikemukakan, kepercayaan bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah meminta untuk diselesaikan – dalam kasus ini, suatu penyelamatan, suatu transformasi, suatu bentuk penciptaan kembali. Dan itulah sesungguhnya apa yang dibawa oleh kekristenan. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik...dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Ef. 2:8-10,4:24). Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya, tetapi kita telah merusakkannya sedemikian rupa sehingga hampir tidak dapat dikenali lagi, dan Yesus adalah jawabannya. Ia datang karena iman, Ia mengampuni, Ia membersihkan, dan Ia memulai sebuah proyek reklamasi (pemulihan) yang disebut penyucian dan proyek itu akan berakhir dalam kemuliaan yang semula dimaksudkan Allah bagi umat manusia. Maka, karena kita tahu bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah, dosa dan kerusakan moral kita meminta sebuah jawaban. Dan Yesus adalah jawabannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kebenaran ketiga dalam ayat-ayat ini adalah bahwa Allah menciptakan kita laki-laki dan perempuan. Dan hal ini juga menunjuk kepada kekristenan dan meminta penyelesaian oleh Kristus. Bagaimana caranya? Sedikitnya dalam dua cara. Cara pertama berasal dari misteri pernikahan. Cara lainnya berasal dari sejarah keburukan hubungan laki-laki dan perempuan dalam dosa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjaulah misteri pernikahan. Dalam Kejadian 2:24, tepat sesudah uraian mengenai bagaimana perempuan diciptakan, Musa (penulis Kitab Kejadian) mengatakan, ”Sebab itu seorang laki-laki akan meniggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Sekarang ketika rasul Paulus mengutip ayat ini dalam Efesus 6:31, ia mengatakan, ”Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat-Nya.” Dan, dengan hal tersebut sebagai petunjuknya, ia menyingkapkan arti dari pernikahan: yaitu bahwa pernikahan adalah lambang dari kasih Kristus kepada jemaat-Nya, yang direpresentasikan dalam posisi kepala dari seorang suami yang penuh kasih kepada isterinya, dan juga lambang dari penyerahan sukarela jemaat kepada Kristus yang direpresentasikan dalam hubungan seorang isteri kepada suaminya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyebut Kejadian 2:24 sebagai sebuah “misteri” karena Allah tidak mengungkapkan dengan jelas seluruh maksud-Nya untuk pernikahan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam Kitab Kejadian. Dalam Perjanjian Lama ada banyak isyarat dan petunjuk bahwa pernikahan serupa dengan hubngan Allah dengan umat-Nya. Tetapi baru ketika Kristus datang misteri pernikahan diungkapkan secara terinci. Pernikahan dimaksudkan sebagai gambaran perjanjian Kristus dengan umat-Nya, komitmen-Nya kepada jemaat-Nya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah Anda melihat bagaimana Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan dan kemudian menahbiskan pernikahan sebagai hubungan di mana seorang laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya dalam ikatan perjanjian komitmen – betapa tindakan penciptaan dan penahbisan pernikahan ini meminta penyataan Kristus dan jemaat-Nya. Mereka meminta kekristenan sebagai penyataan misteri tersebut.&amp;lt;br&amp;gt;Hal ini merupakan pemikiran asing bagi sebagian besar orang, bahkan bagi sebagian besar orang Kristen, karena pernikahan merupakan institusi (lembaga) sekuler dan sekaligus lembaga Kristen juga. Anda menemukan pernikahan dalam semua jenis kebudayaan, tidak hanya dalam masyarakat Kristen. Jadi kita tidak terdorong untuk berpikir bahwa semua pernikahan non-Kristen yang kita ketahui sebagai lambang misterius dari hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Tetapi sebenarnyalah demikian, dan keberadaan kita sebagai laki-laki dan perempuan dalam pernikahan memohon agar Kristus menjadikan diri-Nya dikenal dalam hubungan-Nya dengan jemaat-Nya. Kekristenan menyelesaikan pemahaman kita akan perjanjian pernikahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkenankanlah saya untuk menggoreskan sebuah gambaran bagi Anda di sini dan memberinya suatu pelintiran yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Kristus akan datang lagi ke dunia ini. Sebagaimana Anda melihat Ia pergi, Ia akan datang lagi, kata para malaikat. Jadi bayangkanlah hari itu bersama saya. Surga terbuka dan sangkakala berbunyi, dan Anak Manusia muncul di awan-awan dengan kuasa dan kemuliaan agung dan bersama puluhan ribu malaikat kudus yang bercahaya bagaikan matahari. Ia mengirimkan mereka untuk mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari ke empat arah mata angin dan membangkitkan dari antara orang mati mereka yang meninggal dalam Kristus. Ia memberikan kepada mereka tubuh baru dan mulia seperti tubuh-Nya sendiri, dan mengubah kita yang masih tinggal dalam sekejap mata sehingga layak untuk kemuliaan-Nya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persiapan berabad-abad dari mempelai Kristus (gereja!-jemaat) akhirnya selesai dan Ia menggandeng tangannya, dan menuntunnya ke meja perjamuan. Perjamuan pernikahan Anak Domba Allah sudah tiba saatnya. Ia berdiri di kepala meja dan suatu keheningan turun di antara ribuan orang kudus. Dan Ia berkata, ”Inilah, kekasih-kekasihku, arti daripada pernikahan. Inilah yang menjadi tujuan dari semuanya itu. Inilah sebabnya mengapa Aku menciptakan kamu sebagai laki-laki dan perempuan dan mentahbiskan perjanjian pernikahan. Sejak saat ini tidak akan ada lagi pernikahan dan penyerahan ke dalam pernikahan, karena realitas akhirnya telah tiba dan bayangannya dapat berlalu .” (Lihat Markus 12:25; Lukas 20:34-36 )&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mari kita mengingat kembali apa yang sedang kita lakukan: kita sedang mencoba untuk melihat bahwa kebenaran ketiga, Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya sebagai laki-laki dan perempuan, menunjuk kepada kekristenan sebagai penyelesaiannya. Dan saya berkata, hal tersebut mewujudkannya dalam dua cara. Cara pertama ialah dalam misteri pernikahan. Penciptaan umat manusia sebagai laki-laki dan perempuan menyediakan kerangka kerja yang diperlukan dalam penciptaan untuk peneguhan pernikahan. Anda tidak dapat menyelenggarakan pernikahan tanpa laki-laki dan perempuan. Dan arti dari pernikahan tidak diketahui intinya atau kepenuhannya sampai kita melihatnya sebagai perumpamaan dari hubungan Kristus dengan jemaat-Nya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi penciptaan sebagai laki-laki dan perempuan menunjuk kepada pernikahan, dan pernikahan menunjuk kepada Kristus dan jemaat-Nya. Dan karena itu, kepercayaan bahwa Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya sebagai laki-laki dan perempuan tidaklah lengkap tanpa kekristenan-tanpa Kristus dan karya penyelamatan-Nya untuk jemaat-Nya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, saya mengatakan bahwa ada cara lain bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan menurut gambar Allah menunjuk kepada kekristenan sebagai penyelesaian yang diperlukan, maksudnya dari penyimpangannya dalam keburukan bersejarah dari hubungan laki-laki dan perempuan. Perkenankan saya untuk mencoba menjelaskannya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dosa masuk ke dalam dunia, efeknya pada hubungan kita sebagai laki-laki dan perempuan sangatlah dahsyat. Allah datang kepada Adam setelah ia memakan buah terlarang dan menanyakan mengenai apa yang telah terjadi. Adam berkata dalam Kejadian 3:12, ”Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Dengan perkataan lain, itu merupakan kesalahan perempuan itu (atau kesalahan Allah yang telah memberikan perempuan itu kepadaku!), jadi kalau seseorang harus mati karena memakan buah itu, lebih baik perempuan itu yang mati!&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana kita menyaksikan awal dari segala kekerasan dalam rumah tangga, semua penganiayaan terhadap isteri, semua pemerkosaan, semua pelecehan seksual, semua cara untuk merendahkan perempuan yang telah diciptakan Allah menurut gambar-Nya sendiri.&amp;lt;br&amp;gt;Kejadian 3:16 menjatuhkan kutukan kepada laki-laki dan perempuan seperti ini: kepada perempuan itu Allah berkata, “Susah payahmu pada waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Dengan perkataan lain, akibat dari dosa dan kutuk dalam zaman kita ialah konflik antara kedua jenis kelamin tersebut. Ayat ini bukanlah gambaran mengenai bagaimana seharusnya segala sesuatu berlangsung. Ayat ini menggambarkan bagaimana hal-hal akan terjadi di bawah kutuk itu sementara dosa memerintah. Kaum laki-laki yang mendominasi dan kaum perempuan yang penuh tipu daya. Ini bukanlah arti dari laki-laki dan perempuan yang diciptakan dalam gambar Allah. Gambaran ini menunjukkan keburukan dari dosa. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang bagaimana keburukan ini menunjuk kepada kekristenan? Hal tersebut menunjuk kepada kekristenan karena hal tersebut meminta penyembuhan yang dibawa oleh kekristenan terhadap hubungan antara laki-laki dan perempuan. Bila Allah menciptakan dalam gambar-Nya sebagai LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN, hal tersebut mengimplikasikan kesetaraan dari kemanusiaan, kesetaraan martabat, saling menghormati, keharmonisan, komplementer (saling melengkapi), kesatuan tujuan. Tetapi di manakah kesemua hal ini dalam sejarah dunia? Semuanya terdapat dalam kesembuhan yang dibawa oleh Yesus.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada begitu banyak hal yang ingin dikatakan di sini. Namun, perkenankanlah saya menyebutkan hanya dua hal saja.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.1 Pertama, Petrus mengatakan dalam 1 Petrus 3:7, bahwa seorang suami dan isteri Kristen adalah ”sesama pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan.” Apakah maksudnya? Hal itu berarti bahwa dalam Kristus laki-laki dan perempuan mendapatkan kembali apa yang dimaksudkan dengan diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan menurut gambar Allah. Hal itu berarti bahwa bersama-sama sebagai laki-laki dan perempuan mereka harus mengemukakan citra kemuliaan Allah, dan bersama sebagai sesama pewaris mereka mewarisi kemuliaan Allah.&amp;lt;br&amp;gt;Penciptaan manusia sebagai laki-laki dan perempuan menurut gambar Allah (ketika Anda melihatnya berdampingan dengan dosa) memohon penyelesaian untuk kesembuhan yang hadir bersama karya transformasi Kristus dan warisan yang dibeli-Nya untuk orang-orang berdosa. Kristus memulihkan dari dosa realitas bahwa laki-laki dan perempuan adalah sesama pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.2 Hal lain yang dikemukakan mengenai cara Kristus mengubah berbagai hal dan mengatasi keburukan dari peperangan kita dan memenuhi panggilan sebagai ciptaan-Nya, yaitu laki-laki dan perempuan menurut gambar Allah, terdapat dalam 1 Korintus 7. Di sana Paulus mengatakan sesuatu yang radikal, sedemikian rupa sehingga hampir tidak dapat dipercayai untuk zaman itu, ”Kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku (melajang)…Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi.Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan …bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi…supaya kamu…melayani Tuhan tanpa gangguan” (1 Korintus 7:8, 32-35).&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Anda melihat apa yang diimplikasikannya? Ayat tersebut mengimplikasikan bahwa kesembuhan yang dibawa oleh Tuhan Yesus kepada laki-laki dan perempuan yang diciptakan menurut gambar Allah tidak tergantung pada pernikahan. Bahkan pengalaman Paulus sebagai seorang laki-laki lajang (dan model Tuhan Yesus sebagai laki-laki yang tidak menikah) mengajarkan kepadanya bahwa ada suatu jenis pengabdian yang sepenuhnya terpusat kepada Tuhan yang mungkin bagi laki-laki atau perempuan yang tidak menikah, yang biasanya bukan menjadi porsi orang-orang kudus yang menikah. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara lain untuk mengatakan hal tersebut ialah sebagai berikut: pernikahan merupakan institusi (lembaga) yang bersifat sementara dalam zaman ini sampai saat kebangkitan orang mati. Inti dari arti dan tujuannya ialah untuk mewakili hubungan Kristus dengan gereja-Nya. Tetapi bila realitas itu tiba, representasi (perwakilan) sebagaimana yang kita ketahui itu akan dikesampingkan. Dan dalam zaman yang akan datang tersebut tidak akan ada lagi pernikahan atau penyerahan kepada pernikahan. Dan mereka yang tidak menikah dan memusatkan diri kepada Tuhan akan duduk di meja perjamuan Anak Domba sebagai sesama pewaris penuh dari kasih karunia kehidupan itu. Dan berdasarkan tingkat pengabdian mereka kepada Tuhan serta pengorbanan mereka, mereka akan mendapat pahala dalam kasih sayang dan hubungan-hubungan serta sukacita yang tidak terbayangkan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi marilah kita menyimpulkan apa yang telah kita pelajari tadi. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Allah menciptakan manusia. Dan sebagaimana akhir dari Perjanjian Lama, fakta menakjubkan ini menuntut kelanjutan dari kisahnya, kekristenan, untuk menjadikannya dapat memahami mengenai apa sebenarnya maksud Allah. Tujuan-tujuan penciptaan-Nya tidak sempurna tanpa pekerjaan Kristus.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Allah menciptakan kita MENURUT GAMBAR-NYA. Tetapi kita sudah mencemarkan citra tersebut sedemikian hebat sehingga hampir tidak dapat dikenali lagi. Oleh karenanya, kebenaran ini meminta penyempurnaannya dalam kekristenan karena apa yang dilakukan Tuhan Yesus merupakan pemulihan dari apa yang telah hilang. Hal tersebut disebut sebagai ”suatu ciptaan baru dalam Kristus.” Citra atau gambaran ini dipulihkan dalam kebenaran dan kekudusan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya SEBAGAI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN. Dan hal ini juga meminta penyelesaian dalam kebenaran kekristenan. Tidak seorang pun dapat sepenuhnya memahami apa artinya menjadi laki-laki dan perempuan dalam pernikahan sampai mereka melihat bahwa pernikahan dimaksudkan sebagai gambaran Kristus dengan jemaat-Nya. Dan tidak seorang pun mengetahui tujuan sebenarnya dari penciptaannya sebagai laki-laki dan perempuan menurut gambar (citra) Allah sampai mereka mengetahui bahwa laki-laki dan perempuan adalah sesama pewaris kasih karunia kehidupan. &amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, tidak seorang pun dapat sepenuhnya memahami arti dari keadaan tidak menikah (kelajangan) sebagai laki-laki dan perempuan menurut gambar Allah sampai mereka belajar dari Kristus bahwa dalam zaman yang akan datang tidak akan ada pernikahan, dan oleh karena itu tujuan akhir yang mulia dari menjadi laki-laki dan perempuan dalam citra Allah tidak tergantung pada pernikahan, tetapi pada pengabdian kepada Tuhan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karenanya, tinggallah dalam kebenaran-kebenaran ini: Allah menciptakan Anda; Ia menciptakan Anda menurut gambar-Nya; dan Ia menciptakan Anda (sebagai) laki-laki dan perempuan agar Anda dapat sepenuhnya dan secara radikal dan secara unik mengabdi kepada Tuhan.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Liutoyo</name></author>	</entry>

	</feed>